Galeri

Konten Informasi Biaya Modal Ekuitas: Suatu Bukti Empiris

Introduction

Teori investasi mengatakan bahwa perusahaan harus investasi hanya dalam bentuk asset jika mereka mengharapkan pendapatan lebih besar dari risikonya. Hal ini dikarenakan oleh biaya modal suatu bisnis memungkinkan perbandingan antara cara-cara membiayai operasionalnya dan juga memungkinkan suatu perusahaan menentukan nilainya dan mengevaluasi dampak strategi alternatifnya  (Beneda, 2003). Banyak penelitian empiris mengenai cost of equity capital/CEC cenderung berfokus pada hubungan antara CEC dan tingkat pengungkapannya. Copeland dan Galai (1983) dan Diamond dan Verrecchia (1991) menegaskan bahwa terdapat hubungan negative antara CEC dan tingkat pengungkapan, dengan kata lain, dengan mengungkapkan informasi tentang perusahaan dapat mengurangi kerugian akan komponen yang berisiko dan karena itu mengurangi CEC.

Di sisi lain, Handa dan Linn (1993) dan Clarkson dkk (1996) menemukan bukti untuk mendukung adanya hubungan positif antara CEC dan tingkat pengungkapan. Paper ini melampaui arahan tersebut dan daripada mempertanyakan pengaruh tingkat pengungkapan terhadap CEC, lebih baik menguji pengaruh pengungkapan CEC terhadap harga saham.

Dalam literature akuntansi, banyak kajian yang mendukung dampak variable akuntansi terhadap harga saham, tetapi tidak ada yang menguji dampak CEC. Saya menguji apakah CEC memberikan penjelasan yang signifikan terhadap perubahan harga saham yang mana variable akuntansi tradisional tidak dapat menjelaskan. Variabel akuntansi tradisional termasuk: total asset, rasio total hutang dan total asset, arus kas per saham, earning per share, variabilitas earning, dan rasio pembayaran dividen. Variabel-variabel ini telah diuji oleh banyak peneliti empiris dimana mereka dapat menjelaskan perubahan dalam harga saham. Saya juga menguji apakah pengaruh CEC berbeda antara perusahaan kecil dan besar dan antara perusahaan manufaktur dan non manufaktur. Paper ini disusun dengan rincian sebagai berikut:  metodologi, pemilihan sampel, hasil empiris, dan kesimpulan.

Methodology

Rancangan penelitian disusun berdasarkan cross-sectional regression model dan analisisnya diarahkan pada menguji signifikansi kekuatan tambahan penjelasan CEC. Pertama, saya mengembangkan model regresi untuk sampel penuh dimana harga saham sebagai variable dependen dan variable independennya adalah: total asset, rasio total hutang dan total asset, rasio pembayaran dividen, arus kas per saham, earning per share, variabilitas earning, dan rasio pembayaran dividen (diukur dengan standar deviasi earning per share). TAbel 1 menunjukkan penjelasan variable-variabel ini.

Untuk mengukur CEC, ada 2 alternatif pendekatan dasar: pendekatan pertama adalah model penetapan harga modal asset (capital asset pricing model “CAPM”), yang menunjukkan return yang diharapkan dari jumlah tingkat return bebas risiko yang diharapkan dan produk pasar β yang diperkirakan dan premi risiko yang diharapkan. Pendekatan ini telah dikritik oleh Fama and French (1993, 1995, 1996) dengan memperlihatkan bahwa rata-rata keuntungan dari saham umum berhubungan dengan banyak factor yang tidak dapat dijelaskan dengan CAPM. Factor-faktor ini adalah ukuran perusahaan, rasio pendapatan dan harga, rasio arus kas dan harga, rasio nilai buku dan pasar, pertumbuhan penjualan yang lalu, keuntungan jangka panjang dan jangka pendek di masa lalu.

Shalit and Yitzhaki (1984) memodifikasi model ini dengan menggunakan rata-rata Gini untuk menghitung β sebagai lawan dari varians dalam tradisi CAPM. Modifikasi ini telah diuji oleh Okunev (1992) yang menemukan bahwa pada dasarnya terdapat banyak pembatasannya.

Pendekatan kedua adalah model dividen diskon (discounted dividends model) yang didasari pada tingkat diskon yang mengakibatkan harga saham saat ini sama dengan aliran kas dividen dengan menggunakan rumus berikut ini:

Masalah dalam model ini adalah mengukur tingkat pertumbuhan dividen yang konstan, Ehrhardt (2001) menyarankan penggunakan analisis time series  untuk memperkirakan tariff sebagai berikut:

Dalam paper ini, pendekatan kedua untuk memperkirakan CEC, dengan asumsi periode 10 tahun cukup untuk memperkirakan  “g”. Setelah mengukur CEC, akan diperkenalkan sebagai variable independen dalam model regresi, kemudian saya mengukur kenaikan positif penentuan koefisien R2,  khususnya, focus F-test tambahan R2 untuk menentukan apakah CEC memperbaiki kekuatan penjelasan perubahan harga saham.

Sample selection

Data yang digunakan diambil dari file Compustat PC Plus untuk periode 1992-2001. Sampel awalnya terdiri dari 107 perusahaan yang dipilih secara acak. Setelah mengeluarkan perusahaan yang datanya kurang, sampel akhirnya terdiri dari 37 perusahaan. Saya menggunakan total asset Desember 2001 (tanggal pengukuran) untuk mengklasifikasikan perusahanaan-perusahaan kedalam kelompok perusahaan berukuran kecil (14 perusahaan, total asset kurang dari $5juta) dan perusahaan berukuran besar (23 perusahaan, total asset lebih dari $5juta). Dengan menggunakan  Compustat Industry Code; sampel diklasifikasikan kedalam 19 perusahaan manufaktur dan 18 perusahaan non-manufaktur.

The empirical results

Tabel II menyajikan model regresi untuk sampel penuh, model 1 menunjukkan rumus regresi dasar dimana harga saham sebagai variable dependen dan variable akuntansi tradisional sebagai variable independen. Keduanya DAT dan EPS signifikan pada tingkat 0,05 dan VAR signifikan pada tingkat 0,1. Pada model 2, saya menambahkan CEC menjadi variable independen, keduanya EPS dan VAR signifikan pada tingkat 0,1 dan DAT signifikan pada tingkat 0,05.

Dengan membandingkan model 2 dengan model 1, saya temukan bahwa kenaikan R2  (DR 2 ¼ 0.0227) tidak signifikan pada tingkat signifikansi 0,05 (F-statistic ¼ 1.339). Dengan kata lain, CEC tidak memiliki penjelasan tambahan yang signifikan terhadap perubahan harga saham untuk sampel penuh.

Tabel III menyajikan model regresi untuk perusahaan berukuran kecil dan besar. Model 3 menunjukkan rumus regresi dasar untuk perusahaan berukuran kecil, dalam model itu variable AT, CAFLSH, DAT, and VAR signifikan pada tingkat 0,05. Dalam model 4, saya menambahkan CEC menjadi variable independen, dan keduanya AT dan DAT signifikan pada tingkat 0,05, dan keduanya VAR dan CAFLSH signifikan pada level 0,1.

Model 5 menyajikan rumus regresi dasar untuk perusahaan berukuran besar, dalam model itu keduanya EPS dan VAR signifikan pada tingkat 0,05 dan DAT signifikan pada level 0,1. Dalam model 6, saya menambahkan CEC ke variable independen, dalam model itu variable AT, DAT, EPS, and VAR signifikan pada tingkat 0,05 dan CEC signifikan pada level 0,1.

Dengan membandingkan model 4 dengan model 3 dan model 6 dengan model 5, saya menemukan bahwa untuk perbandingan yang pertama kenaikan R2  (DR 2 ¼ 0.00041) tidak signifikan pada tingkat 0,05 (F-statistic ¼ 0.0288), sementara perbandingan kedua menunjukkan kenaikan yang signifikan pada R2 yaitu pada tingkat 0,05  (DR 2 ¼ 0.0716, F-statistic ¼ 3.307).dengan kata lain, untuk perusahaan berukuran kecil CEC tidak memiliki penjelasan tambahan yang signifikan terhadap perubahan harga saham, tetapi untuk perusahaan berukuran besar CEC memiliki penjelasan tambahan yang signifikan terhadap perubahan harga saham.

Table IV menyajikan model regresi untuk perusahaan manufaktur dan non-manufaktur. Model 7 menunjukkan rumus regresi dasar untuk perusahaan manufaktur, dalam model itu EPS satu-satunya variable yang signifikan pada tingkat 0,05. Dalam model 8, saya menambahkan CEC ke variable independen, EPS juga satu-satunya variable yang signifikan pada tingkat 0,05.

Model 9 menunjukkan rumus regresi dasar untuk perusahaan non-manufaktur, dalam model itu, variable DVPOR, EPS, and VAR signifikan pada tingkat 0,1. Dalam model 10, saya menambahkan CEC ke variable independen, variable yang signifikan adalah DVPOR, EPS, and VAR pada tingkat 0.05 dan CEC pada tingkat 0,1.

Dengan membandingkan model 8 dengan model 7, dan model 10 dengan model 9, saya menemukan bahwa untuk perbandingan yang pertama kenaikan R2  (DR 2 ¼ 0.0135) tidak signifikan pada tingkat 0.05 (F-statistic ¼ 0.378), sementara perbandingan kedua menunjukkan kenaikan yang  signifikan  R2 tingkat 0.05 (DR 2 ¼ 0.0989, F-statistic ¼ 4.254). dengan kata lain, pada perusahaan manufactur CEC tidak memiliki penjelasan tambahan yang signifikan terhadap perubahan harga saham, tetapi CEC memiliki penjelasan tambahan yang signifikan terhadap perubahan harga saham.

Conclusion

Tujuan utama paper ini adalah untuk menilai apakah CEC memberikan penjelasan tambahan terhadap perubahan harga saham melampaui penjelasan yang disediakan oleh variable akuntasi tradisional. Hasil empiris menunjukkan bahwa kenaikan tertinggi R2 adalah untuk perusahaan non-manufaktur dan perusahaan berukuran besar, bagi perusahaan-perusahaan ini CEC memiliki penjelasan tambahan yang signifikan terhadap perubahan harga saham. Hasil ini menunjukkan suatu bukti untuk mendukung pengungkapan CEC dan petunjuk Dewan Standar Akuntasi Keuangan (the Financial Accounting Standards Board “FASB”) untuk mempelajai isu dan standar akuntasi yang memerlukan pengungkapan.

Saya juga menemukan bukti bahwa dampak variable akuntansi tradisional dasar terhadap harga saham adalah berbeda dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya berdasarkan ukuran dan sifat industry. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa tidak ada bukti untuk mendukung dampak CEC terhadap harga saham untuk sampel penuh, perusahaan berukuran kecil, dan perusahaan manufaktur. Penting juga disebutkan bahwa kajian dilaksanakan pada tanggal pengukuran tertentu yang mengakibatkan beberapa keterbatasan pada generalisasi hasil kajiannya.

Sumber:

Abdelghany, K.E. (2005). Informational Content of the Cost of Equity Capital: Empirical Evidence. Managerial Auditing Journal, Vol. 20 No. 9, 2005, pp. 928-935.

Diterjemahkan oleh: Nur Alam La Nafie

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s